|
Investasi dibidang perikanan salah satunya melalui pengembangan budidaya, memiliki potensi dan nilai ekonomis yang tinggi. Namun perlu mendapat penanganan secara intensif khususnya untuk kawasan-kawasan yang potensial. Pengembangan budidaya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan ekspor serta pemenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Kabupaten Aceh Utara mempunyai sumberdaya yang cukup besar sehingga dapat merupakan modal dasar bagi usaha untuk meningkatkan produksi perikanan. Sumber daya tersebut terdapat hampir di semua kecamatan yang memiliki perairan laut, tambak dan kolam yang dapat mendukung peningkatan usaha budidaya. Dari luas daerah penangkapan di perairan laut, tambak dan kolam tersebut yang dapat digali atau diimanfaatkan secara lestari sebagai berikut : A.1. Udang Windu Data tahun 2002, kecamatan yang menghasilkan udang windu adalah Baktya, Seunuddon, Tanah Jambo Aye, Syamtalira Bayu, Tanah Pasir dengan luas areal ± 8.000 Ha. Kapasitas produksi perbulan 200 ton, untuk pertahun produksi udang windu mencapai 2.400 Ton. Pengembangan produksi berada di kecamatan Baktya dengan luas areal produksi seluas ± 600 Ha.
A.2. Ikan Teri Data tahun 2002, kecamatan yang memproduksi ikan teri adalah Muara Batu, Seunuddon, Syamtalira Bayu dengan areal di perairan Selat Malaka. Kapasitas produksi perbulan 20 ton, untuk pertahun produksi ikan teri mencapai 240 Ton.
A.3. Ikan Tuna Data tahun 2002, kecamatan yang menghasilkan ikan tuna berada di kecamatan Seunuddon yang mampu menghasilkan ikan tuna sebanyak 20 ton perbulan. Pengembangan produksi ikan tuna juga berada di kecamatan Muara Batu, Tanah Pasir karena kecamatan tersebut langsung berhubungan dengan Samudera Indonesia.
A.4. Ikan Bandeng Data tahun 2002, kecamatan yang menghasilkan ikan bandeng berada di kecamatan Seunuddon, Baktya, Tanah Pasir yang mampu menghasilkan ikan bandeng sebanyak 150 ton perbulan serta 1.800 ton per tahunnya. Pengembangan produksi ikan bandeng berada di kecamatan Samudera, Dewantara
A.5. Ikan Kerapu Data tahun 2002, kecamatan yang menghasilkan ikan kerapu adalah kecamatan Syamtalira Baru, Banda Sakti, Muara Dua dengan luas areal ± 50 Ha. Jumlah produksi perbulan 8 ton dan 100 ton pertahun. Pengembangan ikan kerapu berada di kecamatan Seunuddon, Syamtalira Bayu, Tanah Jambo Aye serta Tanah Pasir dengan luar areal seluas ± 200 Ha.
A.6. Kepiting Data tahun 2002, kecamatan yang memproduksi budidaya kepiting adalah kecamatan Tanah jambo Aye, Seunuddon, Baktya dan Tanah Pasir dengan luas areal ± 400 Ha. Jumlah produksi perbulan mencapai 4,5 ton serta pertahunnya mencapai 50 ton. Pengembangan produksi kepiting di kecamatan-kecamatan tersebut masih terbuka luas untuk dilakukan karena masih terdapat lahan yang belum termamfaatkan seluas ± 600 Ha.
|