POTENSI
Perkebunan
Peternakan
Perikanan
Perindustrian
Koperasi
Sumber Daya Air
Pertambangan
SEKILAS ACEH UTARA
Visi & Misi
Sejarah
Sekilas
Bupati & Wakil
Pariwisata
Geografi
Download
Alamat
Partai Politik
Nama Pejabat
Instansi aceh utara
PENDIDIKAN
Program Pendidikan
Program 2009
Prioritas Kegiatan 2009
Kurikulum Pendidikan
FASILITAS UMUM
Kesehatan
Hotel
Perbankan
Sarana Ibadah
Transportasi
PERUSAHAAN KOMODITI
Kopi
Pinang
Kelapa (kopra)
Kunyit
Jahe
Kemiri
Coklat
Sawit
Karet
Souvenir Shops
RENCANA STRATEGIS
Agenda Pembangunan
Prioritas Pembangunan
Strategi Pembangunan
Program Transisi
PEGAWAI NEGERI SIPIL
Sekretariat/ Badan/ Dinas/ Kantor
Guru
Kecamatan
Puskesmas
UPTD Pendidikan
Rubrik
Kabupaten Aceh Utara
Komputer dan Internet
Berita Nasional
Berita Televisi
Nanggroe Aceh Darussalam
Serba Serbi Aceh Utara
Sain dan Teknologi
Lowongan Kerja

   


Perubahan Iklim Memicu Penyakit Lebih Mematikan

Senin, 03 Nopember 2008 - oleh : admin

Munculnya penyakit yang beberapa kali lebih mematikan dan makin menyebar ke penjuru dunia, mulai dari flu unggas hingga demam kuning, mungkin adalah akibat perubahan iklim.

Demikian kesimpulan terbaru yang dilansir Wildlife Conservation Society (WCS), organisasi lingkungan yang berpusat di Bronx Zoo, Amerika Serikat.

 Hal tersebut mendesak dilakukannya pemantauan lebih baik atas kesehatan margasatwa sebagai informasi peringatan dini jika terjadi perubahan pola penyebaran hama penyakit seiring dengan pemanasan global. WCS telah mendaftarkan penyakit yang berkali-kali menjadi lebih mematikan daripada saat pertama kali diketahui, seperti flu unggas, babesia yang ditularkan kutu, kolera, ebola, parasit, wabah, penyakit menular, wabah ganggang, demam Rift Valley, gangguan tidur, tuberculosis, dan demam kuning.

"Istilah perubahan iklim membangkitkan kenangan mengenai lapisan pencairan es dan kenaikan permukaan air laut sehingga mengancam negara dan kota besar di pantai, tapi yang sama penting ialah bagaimana kenaikan temperatur dan naik-turunnya tingkat hujan akan mengubah pembagian patogen berbahaya," kata Steven Sanderson, pemimpin WCS.

Menurutnya, pemantauan kesehatan margasatwa akan membantu para ahli meramalkan di mana sumber penyakit muncul dan merencanakan cara mempersiapkan diri.

Panel Antarnegara untuk Perubahan Iklim (IPCC) yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa buangan gas rumah kaca, terutama dari penggunaan bahan bakar fosil oleh manusia, meningkatkan temperatur dan akan mengganggu pola curah hujan. Perubahan iklim juga berdampak mulai dari gelombang panas hingga sungai es yang mencair.

"Selama ribuan tahun orang telah mengetahui hubungan antara kesehatan dan iklim," kata William Karesh dari WCS saat kongres International Union for Conservation of Nature di Barcelona, Spanyol. Ia mengatakan, laporan tersebut bukan daftar yang telah final, tapi baru suatu gambaran mengenai jajaran penyakit menular yang mungkin mengancam manusia dan hewan di masa depan jika pemanasan global tak dapat ditekan.


Sumber : Antara 

kirim ke teman | versi cetak

Berita Sain dan Teknologi Lainnya

E - GOVERMENT
Perubahan Iklim Paksa Jutaan Orang Mengungsi
Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya
Perbandingan Antara Sistem Bintang Tetap Super (atas) dan Sistem Matahari (bawah)
10 cuaca paling aneh dan liar di tata surya

Komentar Pengunjung

Instrospeksi diri dengan musibah
Selasa, 20 Oktober 09 - oleh : Mahdani
Bukan saja dikarenakan perubahan iklim atau lainnya, tetapi perlu disadari juga bahwa musibah atau perubahan iklim itu sendiri adalah ulah manusia. Manusia yang tamak dengan alam sehinggai mengeksploitasi alam seenak perutnya dan inilah akibatnya.......dan sholatlah kamu karena dengan sholat akan mencegah perbuatan yang keji dan mungkar


Your Name :
Your Email :
Comment's Title :
Comment :
Security Code : Security Code
Type Code :

 
 

auracms is provided for you free auracms is provided for you free auracms is provided for you free auracms is provided for you free  
 

KPDE Aceh Utara © 2007

Go to top